CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 11 Februari 2009

SETELAH MINUM 6 GELAS BIR


Selasa, 10 Februari 2009

Jawaban Ujian Matematika

Sistem Ekskresi pada Manusia

1. Ginjal (ren)

Ginjal merupaka alat pengeluaran sisa metabolisme dalam bentuk urine yang di dalamnya mengandung air, amoniak (NH3), ureum, asam urat dan garam mineral tertentu. Penderita diabetes miletus urine mengandung glukosa.

Fungi ginjal :

- mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh, antara lain : - urea, asam urat, amoniak, creatinin

- garam anorganik

- bacteri dan juga obat-obatan

- mengekskresikan gula kelebihan gula dalam darah

- membantu keseimbangan air dalam tubuh, yaitu mem-pertahankan tekanan osmotik ektraseluler

- mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseim-bangan asam basa darah.

Anatomi ginjal, meliputi :

Lapisan luar (korteks/ kulit ginjal) yang mengandung kurang lebih 1 juta nefron. Tiap nefron terdiri atas badan malpighi (badan renalis) yang tersusun dari kapsula bowman dan glomerulus.

Lapisan dalam (medula/ sumsum ginja) yang terdiri atas tubulus kontorti yan gbermuara pada tonjolan papila di ruang (pelvis renalis). Tubulus kontorti terdiri atas tubulus kontorti proksimal dan tubulus kontorti distal.

Proses pembentukan urine :

Terdapat 3 proses penting yang berhubungan dengan proses pembentukan urine, yaitu :

- Filtrasi (penyaringan) : kapsula bowman dari badan malpighi menyaring darah dalam glomerus yang mengandung air, garm, gula, urea dan zat bermolekul besar (protein dan sel darah) sehingga dihasilkan filtrat glomerus (urine primer). Di dalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh, misal glukosa, asm amino dan garam-garam.

- Reabsorbsi (penyerapan kembali) : dalam tubulus kontortus proksimal zat dalam urine primer yang masih berguna akan direabsorbsi yang dihasilkan filtrat tubulus (urine sekunder) dengan kadar urea yang tinggi.

- Ekskesi (pengeluaran) : dalam tubulus kontortus distal, pembuluh darah menambahkan zat lain yang tidak digunakan dan terjadi reabsornsi aktif ion Na+ dan Cl- dan sekresi H+ dan K+. Di tempat sudah terbentuk urine yang sesungguhnya yang tidak terdapat glukosa dan protein lagi, selanjutnya akan disalurkan ke tubulus kolektifus ke pelvis renalis.

Dari kedua ginjal, urine dialirkan oleh pembuluh ureter ke kandung urine (vesika urinaria) kemudian melalui uretra, urine dikeluarkan dari tubuh.

Hal yang perlu diperhatikan meliputi :

- dalam keadaan normal urine tidak mengandung glukosa dan protein

- diabetes melitus terjadi karena adanya glukosa dalam urine yang disebabkan kekurangan hormon insulin

- banyak urine yan gdikeluarkan tergantung dari banyaknya air yang diminum dan kadar ADH

Gangguan pada ginjal :

- nefritis : disebabkan gangguan pada nefron karena infeksi kuman, akibatnya kadar ureum dalam darah meningkat. Nefritis dapat menimbulkan uremia, yaitu adanya uriene yang masuk ke dalam darah, sehingga menyebabkan penyerapan air terganggu dan tertimbun di kaki yang disebut oedema.

- diabetes melitus (kencing manis) : disebabkan kekuranga insulin, akibatnya kadar glukosa darah meningkat.

- diabetes inspidus (penyalit kuning) : disebabkan tidak ada hormon ADH, akibatnya urine meningkat.

- albuminuria : disebabkan adanya protein dalam urine, akibatnya kerusakan atau iritasi sel ginjal karena infeksi.

- batu ginjal : disebabkan kekurangan minum dan sering menahan kencing, akibatnya mengendap menjadi batu ginjal.

- polyuria : yaitu urine yang dikeluarkan sangat banyak dan encer, disebabkan kemampuan nefron untuk mengadakan reabsorbsi sangat rendah atau gagal.

- oligouria : yaitu urine yang dikeluarkan sangat sedikit bahkan tidak berurine, disebabkan oleh kerusakan ginjal secara total.

2. Kulit

Merupakan lapisan terluar dari tubuh kita, yang tediri dari 2 lapisan yaitu lapisan epidermis (luar) dan dermis (dalam).

Epidermis,terdiri :

- stratum korneum, merupakan lapisan zat tanduk, mati dan selalu mengelupas.

- stratum lusidium, merupakan lapisan zat tanduk

- stratum granulosum, mengandung pigmen

- stratum germonativum, selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar

Dermis (korium), terdiri :

- akar rambut

- pembuluh darah

- syaraf

- kelenjar minyak (glandula sebasea)

- kelenjar keringat (glandula sudorifera)

- lapisan lemak, terdapat di bawah dermis yang berfungsi melindungi tubuh dari pengaruh suhu luar

3. Paru-paru (pulmo)

Penguraian karbohidrat (glukosa) dan lemak kecuali menghasilkan energi akan menghasilkan zat sisa berupa CO2 dan H2O yang akan dikeluarkan lewat paru-paru.

Seseorang yang berada dalam daerah dingin waktu ekspirasi akan tampak menghembuskan uap. Uap tersebut sebenarnya merupakan carbondioksisa dan uap air yang dikeluarkan saat terjadi pernafasan.


4. Hati (hepar)

Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, terdapat di rongga perut sebelah kanan atas, berwarna kecoklatan. Hati mendapat suplai darah dari pembuluh nadi (arteri hepatica) dan pembuluh gerbang (vena porta) dari usus. Hati dibungkus oleh selaput hati (capsula hepatica). Hati terdapat pembuluh darah dan empedu yang dipersatukan selaput jaringan ikat (capsula glison). Hati juga terdapat sel-sel perombak sel darah merah yan gtelah tua disebut histiosit.

Sebagai alat eksresi hati menghasilkan empedu yang merupakan cairan jernih kehijauan, di dalamnya mengandung zat warna empedu (bilirubin), garam empedu, kolesterol dan juga bacteri serta obat-obatan. Zatr warna empedu terbentuk dari rombakan eritrosit yang telah tua atau rusak akan ditangkap histiosit selanjutnya dirombak dan haeglobinnya dilepas.

Fungsi hati :

- menyimpan kelebihan gula dalam bentuk glikogen (gula otot)

- merombak kelebihan asam amino (deaminasi)

- menawarkan racun

- membentuk protombin dan fibrinogen

- membentuk albumin dan globulin

- mengubah provitamin A menjadi vitamin A

- tempat pembentukan urea

- menghasilkan empedu

- tempat pembentukan dan penghancuran eritrosit yang telah tua


5. Usus besar (colon)

Merupakan alat ekskresi pada poros usus (regtum) untuk pengeluaran atau defekasi logam berat sisa pencernaan.

by : teddy

Prev:

Minggu, 01 Februari 2009

HAPPY BIRTHDAY BUAT HIMIKA


Menjadi seorang perawat bukanlah cita2 ku semasa kecil. Juga tak pernah terpikirkan klo hari ini kutampilkan postingan ini, buat kupersembahkan di ULTAH HIMIKA( Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan) yang ke-8. Selamat ULTAH buat HIMIKA semoga bisa menjadi wadah pemersatu buat mahasiswa ilmu keperawatan UNHAS dan alumninya.
Keperawatan UNHAS perTama kali saya dengar dari kepala sekolahku, saat itu dia menyarankan buat ikut bebas tes buat PSIK, tapi aku masih ragu karena aku sama sekali tidak tahu apa itu keperawatan. Kerja perawatpun aku tahu dari telivisi, tapi aku heran kenapa citra perawat yang ditampilakn difilm2 cuma sisi negatifnya saja, mis: perawat suka galak, menukarkan identitas bayi baru lahir, dll.
Gagal di bebas tes, aku bertekad buat coba lagi di SPMB, dan perjuangan tidak sia-sia, tanggal 3 agustus 2007 pengumuma hasil seleksi SPMB diumumukan, dan disana kutemukanm "Rahma Yulis" yah itu namaku berjejer rapi diantra beribu nama yang lain. Dan tak terasa sekarang sudah tanggal 10 februari, jadi aku telah menjalani kehidupan sebagai mahasiswa kepewaratan selama 1 tahun192 hari.
Selama menjalani hari yang panjang itu, banyak hal yang kutemukan:keluarga baru, teman baru dan wawasan baru. Dan sekarang aku sudah mulai tahu apa itu perawat, dan betapa besar tanggung jawab seorang perawat. Menjadi seorang perawat ternyata bukanlah hal yang mudah dan bukan pekerjaan yang ringan. Dan orang-orang salah kalau berFikiran seperti itu. Seorang perawat tak cukup hanya berbekal pengetahuaan, keterampil tapi juga hati dan perasaan. Itu berguna buat menghapuskan image perawat yang dikenal galak, judes dan suka membeda-bedakan pasien sesuai dengan status ekonominya. HIDUP PERAWAT ,!!!!!!!!!!!!!
Buktikan semangat Florence Nightingale, yang dengan gigih memperjuangkan pekerjaan perawat. Buktikan kita punya skill, knowledge dan kita bisa jadi mitra yang baik. Dan mampu memberikan rasa nyaman kepada pasein kita, agar rumah sakit bukan lagi tempat yang menakutkan tapi bisa menjadi temapat yang memberi rasa nyaman.
Harapan saya sebagai mahasiswa, kwalitas pendidikan dan media belajar semakin ditingkatkan karena itu merupakan faktor penunjang dalam proses belajar dikelas. Happy Birthday Buat HIMIKA.








SEPUTAR AIPNI

AIPNI (Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia) atau The Association of Indonesian Nurse Education Center (AINEC) adalah organisasi yang beranggotakan berbagai institusi pendidikan ners di Indonesia. Keberadaan asosisasi ini menjadi suatu wadah pertukaran informasi dan ajang diskusi bagi kemajuan institusi pendidikan ners pada khususnya dan ilmu keperawatan pada umumnya. Dengan adanya asosiasi ini maka diharapkan berbagai institusi pendidikan ners yang telah ada mampu melahirkan tenaga - tenaga ners khususnya dan tenaga medis lain pada umumnya yang berpengetahuan dan mempunyai skill tinggi, profesional, serta menjunjung tinggi etika profesi. Saat ini AIPNI telah memiliki 61 anggota yang tersebar seluruh indonesia.
Sejak dibentuknya AIPNI tahun 2001, banyak institusi yang ingin mendaftarkan diri untuk menjadi anggota AIPNI dan kini sudah 57 institusi yang telah bergabung menjadi anggota AIPNI. AIPNI pun telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama dengan para anggota, baik lama maupun baru. Disamping Kegiatan ini sangat penting untuk semua institusi khususnya anggota AIPNI.
Pemantauan ijin penyelenggaraan pendidikan Ners di Indonesia oleh DepDikNas telah melibatkan organisasi profesi keperawatan (PPNI)
Kualitas penyelenggaraan pendidikan Ners dan kredibilitas penyelenggara dapat dilihat dari telah terakreditasi atau belum terakreditasi suatu institusi. Oleh karena itu, AIPNI telah menyelenggarakan pelatihan akreditasi untuk 3 gelombang dari bulan Februari – Mei 2005
Upaya benchmarking bagi anggota AIPNI akan terus dilanjutkan ke negara-negara tetangga dalam waktu dekat ini. Tujuannya agar dapat mempelajari proses unggulan suatu program pendidikan.
Ketika Tsunami terjadi, Ketua AIPNI telah mengadakan kunjungan kerja ke PSIK FK-UNSYIAH dan RS. Zainul Abidin Banda Aceh. Terkait dengan Tsunami tersebut, salah satu anggota AIPNI (FIK-UI) akan mengadakan Konferensi Internasional Keperawatan di Mercure Resort Sanur-Bali tanggal 28 – 30 Juni 2005 dengan mengangkat tema : “Caring In Disaster And Emergency Situation”
Universitas dan STIKES yang tergabung di AIPNI

1. FIK UNIVERSITAS INDONESIA, DEPOK

2. FIK UNIVERSITAS PADJADJARAN, BANDUNG

3. PSIK FK UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA

4. PSIK FK UNIVERSITAS DIPONEGORO, SEMARANG

5. FAK. KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA, SURABAYA

6. PSIK FK UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG

7. PSIK FK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, MEDAN

8. PSIK FK UNIVERSITAS ANDALAS, PADANG

9. PSIK FK UNIVERSITAS HASANUDDIN, MAKASSAR

10. PSIK FK UNIVERSITAS SYIAH KUALA, NAD

11. STIK ST. CAROLUS, JAKARTA

12. PSIK FKK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

13. STIKES BINAWAN, JAKARTA

14. STIKES NGUDI WALUYO, UNGARAN

15. PSIK FK UNIVERSITAS YOGYAKARTA

16. STIKES FALETEHAN, SERANG

17. PSIK FK UNIVERSITAS SRIWIJAYA, PALEMBANG

18. STIKES BINA HUSADA, PALEMBANG

19. STIKES MAHARDIKA, CIREBON

20. STIKES SURYA GLOBAL, YOGYAKARTA

21.STIKES MUHAMMADIYAH BANJARMASIN

22. STIKES AISYIYAH, YOGYAKARTA

23. STIKES WIRA HUSADA, SEMARANG

24. STIKES CERIA BUANA, SUMATERA BARAT

25. STIK IMMANUEL, BANDUNG

26. STIKES CIREBON

27. FAK. KEP. UNIV. ADVENT INDONESIA, BANDUNG

28. STIKES HARAPAN IBU, JAMBI

29. STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

30. STIKES JEND. ACHMAD YANI, CIMAHI

31. FIKKES UNIV. MUHAMMADIYAH SEMARANG

32. STIKES MUTIARA INDONESIA, MEDAN

33. STIKES SURYA MITRA HUSADA, KEDIRI

34. STIKES KENDAL

35. PSIK FK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

36. STIKES MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN

37. STIKES INDRAMAYU

38. STIKES FORT DE KOCK, SUMATERA BARAT

39. STIKES AL IRSYAD AL ISLAMIYAH, CILACAP

40. STIKES CENDIKIA UTAMA, KUDUS

41. PSIK FK UNIVERSITAS JEND. SOEDIRMAN, PURWOKERTO

42. STIKES KARYA HUSADA, SEMARANG

43. STIKES BALI

44. STIKES PAPUA, SORONG

45. STIKES BAITURRAHIM, JAMBI

46. STIKES PATRIA HUSADA, BLITAR

47. STIKES YARSI MATARAM

48. STIKES PEMKAB JOMBANG

49. PSIK FK UNIVERSITAS MALAHAYATI, B. LAMPUNG

50. STIKES MITRA LAMPUNG

51. PSIK FIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

52. STIKES HANG TUAH TANJUNGPINANG, KEP. RIAU

53. PSIK FK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU

54. STIKES TRI MANDIRI SAKTI, BENGKULU

55. STIKES AISYIYAH SURAKARTA

56. STIKES AN-NUR PURWODADI

57. PSIK FK UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA

58. STIKES HARAPAN BANGSA, PURWOKERTO

59. STIKES BHAKTI MANDALA HUSADA, SLAWI

60. STIKES ST. VINCENTIUS A PAULO, SURABAYA

61. STIKES KOTA SUKABUMI


Sekretariat AIPNI :
Fakultas Ilmu Keperawatan – UI
Kampus Baru UI Depok
Telp. 021 - 78886580 Email : secretary_ainec@yahoo.co.id

Kamis, 29 Januari 2009

Melahirkan Delapan Anak Dalam Sekali (Octuplets)

Kejadian-kejadian yang aneh memang pada saat ini sering dijumpai di kehidupan akhir zaman ini. Banyak hal yang tidak dipahami tetapi terjadi, banyak hal yang diperkirakan ternyata meleset. Itu merupakan sekelumit bukti kelemahan manusia.

Beberapa waktu yang lalu, seorang ibu di LA, Amerika Serikat berhasil melahirkan delapan bayi secara bersamaan dalam sekali lahir dan amazingnya, mereka semua dalam keadaan yang sehat walafiat. Enam anak laki-laki dan dua orang anak perempuan.

Dalam prosesi kelahiran tersebut, para media mengerahkan kekuatan terbaik, yaitu sebanyak 46 orang ahli. Proses melahirkan tersebut dilakukan secara cesar dan berhasil dengan baik.

Berikut ini foto para bayi-bayi lucu hasil kelahiran tsb, semua dalam keadaan sehat walaupun ukuran mereka kecil-kecil.

DIARY OF ARAKUNDO

Aku ingin bercerita,

Mengabarkan sesuatu. Kalian mau mendengarnya atau pun tidak, itu bukanlah
urusanku. Tugasku hanya untuk bercerita. Pun bisa jadi kalian semua tidak akan mengerti maksud dari ceritaku ini, karena kalian semua tidak pernah melihat dan tidak pernah merasakannya. Sedangkan aku, melihat dan merasakan semuanya.

Ah, andaikan saja kalian pernah merasakannya, minimal pernah mendengar secuil kisah ini, tentu kalian semua akan mengerti dan sepakat denganku, betapa hidup ini penuh dengan tipu daya dan kemunafikan.

Jujur, aku tidak pandai bercerita, tidak pandai memandu kalimat, bahkan untuk sekedar beretorika pun aku tidak mampu. Betapa bodohnya diriku……, bila saja aku tahu betapa kuliah di fakultas sastra itu sangat menguntungkan, sudah tentu aku akan kuliah disitu. Karena dengannya aku akan memiliki kemampuan untuk merangkai seutas kata menjadi sebuah kalimat, sehingga kalian tidak akan pusing bila membaca tulisanku ini.

Tetapi biarlah, toh aku harus tetap bercerita walaupun aku tidak pandai bercerita. Lagi pula itu bukan urusanku, tugasku hanya bercerita, titik!.

“ ARAKUNDO”.

Aku yakin kalian tidak pernah mendengar, kecuali orang Aceh, itupun tidak semua orang Aceh. Jika kalian pernah bepergian dari Medan menuju Banda Aceh, pasti kalian akan melewati ARAKUNDO.

ARAKUNDO, akhir perjalanan hidup dari kehidupanku. Sebenarnya aku enggan untuk menceritakan kehidupan yang telah berakhir ini. Tapi seperti ada sebuah beban yang memaksaku untuk menceritakannya. Bukan untukku, tetapi untuk mereka, mereka yang berakhir di ARAKUNDO. Jadi, kuharap janganlah kalian mencoba untuk menghentikanku. Baik kalian suka ataupun tidak, kumohon, biarlah aku meneruskan kisah ini, kisah yang telah memusnahkan hati, jiwa dan perasaanku.

Ya, kisah yang mematikan hati, jiwa dan perasaanku. Mungkin kalian menganggap diriku terlalu melankolis, terserah apa kata kalian! Aku tidak peduli!. Pun aku tidak ambil pusing apakah kalian pernah mengalami kematian ini. Jika kalian merasakan seperti apa yang aku rasakan, sungguh kalian akan menyesali hidup. Mengapa garis perjalanan harus seperti ini.

Bukan, aku bukannya menggugat Tuhan, bukan pula protes atas skenario Tuhan diatas sana. Kumohon, kalian jangan memvonisku seperti itu. Walaupun kalian berhak untuk mengatakannya. Janganlah kalian menambahkan kematianku. Setelah hati, jiwa dan perasaanku mati janganlah lagi kalian matikan juga sukma ragaku. Dialah satu-satunya yang masih tersisa dalam raga ringkih ini. Apakah kalian mengerti?

ARAKUNDO. Ah, aku sering melihatnya, bahkan terlalu sering. Hari-hariku senantiasa diwarnai olehnya, juga sebaliknya, aku ikut mewarnai perjalanan hidup ARAKUNDO. Otot-otot yang menghiasi tubuhku merupakan gambaran yang tidak bisa kalian pungkiri. Jika kalian tidak percaya, suatu saat kalian bisa menjumpaiku. Hanya sebuah pembuktian bahwa aku telah ikut andil mewarnai perjalanan ARAKUNDO.

Maaf, jika tulisan ini terlalu membosankan bagi kalian. Membosankan dari segi tehnik maupun kualitas. Tapi bagiku tidak. Karena aku merasakan setiap ”inci” waktu yang bergerak, saat ARAKUNDO bergejolak dan berdarah-darah. “Berdarah?”, benar. Selain diriku, gelapnya malam ikut menjadi saksi ARAKUNDO bedarah-darah.

Duh, andaikan saja kalian pernah merasakannya, minimal pernah mendengar secuil kisah ini, tentu kalian semua akan mengerti betapa hidup ini penuh dengan tipu daya dan kemunafikan.

Tahukah kalian, ayahku mengorbankan segala-galanya untuk ARAKUNDO. Berdarah-darah. Aku masih dapat merasakannya, aku masih dapat meresapi sakit itu, detik-detik akhir yang memisahkan diriku dari dekapannya untuk selama-lamanya.

Andaikan saja aku dapat meleburkan diriku kedalam tubuh kalian, menyatukan hati, jiwa dan perasaanku, tentu kalian semua akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Akan merasakan sakit yang tengah aku rasakan saat ini. Sumpah. Aku tidak berbohong, kalian semua akan merasakannya.

Tapi aku ragu dengan kalian, kalian pasti tengah menertawai diriku saat ini. Aku tidak tahu, bisa jadi kalian menertawai kisahku atau menertawai tulisanku ini. Terserah!. Aku hanya ingin bercerita, agar seluruh asa yang tersisa dalam hidup ini dapat kuselamatkan. Tidak ada secuil keinginan agar kisah ini akan membuat kalian terharu, agar kalian jatuh sayang kepadaku. Tidak!!!!!. Sekali lagi TIDAK!!. Aku tidak membutuhkan rasa dari kalian semua.

Untuk itu diamlah. Jangan lagi mentertawaiku. Biarkan aku meneruskan tulisan ini…., waktuku sangat sempit.
Detik-detik yang sangat menyakitkan.

Saat itu :
Kami terus berlari, tidak tahu sudah berapa jauh jarak yang kami tempuh. Kakiku mulai lelah. Sudah satu jam lebih. Kakiku kaku.

Kupandangi wajah disampingku, peluh membanjiri tubuh ringkihnya. Sama seperti diriku. Nafasku semakin sesak.

“ Teruslah berlari, nak ”
“ Ayah, aku terlalu lelah. Aku tidak sanggup lagi untuk berlari. Sudah terlalu jauh kita berlari. Bisakah kita berhenti barang sejenak. Sejenak saja” aku putus asa.

Aku terlalu lelah, namun harus tetap berlari, berlari dan terus berlari. Nafasku semakin lemah. Perih dikakiku sudah tak tertahankan lagi. Gesekan serta goresan-goresan ranting dan ilalang telah membuka luka-luka dikakiku. Perih!!.

Ayahku menghentikan langkah. Aku mengikutinya, menghentikan langkahku.

“Ayah…….” Suaraku lirih sambil memegang tangannya. Ingin mengetahui apa yang terjadi. Mengapa Ia berhenti.

“ Afan ……..” Ia menatapku. Suara beratnya seperti menyimpan rasa takut yang amat sangat. Aku yakin sesuatu telah membuatnya seperti itu.
Aku tersadar. Aku tahu apa yang ia takutkan. Jantungku berdetak kencang. Refleks kupeluk tubuhnya…….

“Ayah…….” Air mataku terjatuh.
“ARAKUNDO!!!!”.

“Ayolah, nak. Bersabarlah. Jangan sampai mereka menyusul kita”.

Kami harus melewati sungai itu. Arakundo!!. Mungkinkah kami melaluinya dengan nafas yang lemah seperti ini. Sedangkan suara-suara tembakan semakin jelas terdengar “Ya Allah, selamatkan kami.’”

“Bismillahhirrahmanirrahimm….” Ayahku menengadahkan kedua tangannya. Berdo’a, khusyuk. Suara dan kilatan senjata api semakin mendekat.

“ Anakku, cepat naik kepunggung ayah….” kata ayahku sambil berjongkok.
Dalam diam aku langsung menaiki punggung kurusnya. “Ya Allah, selamatkan kami” do’aku. Air mataku berjatuhan membasahi pundaknya.

Ayahku, Ia berlari sekencang-kencangnya dan bertakbir. “Allahu Akbarrrrrr…!!
Sungai didepan kami tampak damai menyambut, tenang seperti samudra. Namun….., tenaga kami…….

“Afan…berpeganglah………..”
Aku menutup mata. Berdo,a.

***

Maaf, aku menangis. Tolong jangan kalian tertawakan. Biarkan aku sendiri dalam sedih. Berilah kesempatan padaku untuk kembali membayangkan siluet wajah takut ayahku, wajah lelah ayahku, wajah sedih ayahku, wajah putus asa ayahku. Biarlahhhh………, kumohon kalian memahami keadaanku saat ini.

Ayahhh…….
Ayah.., aku rinduuuu………..

ARAKUNDO.

Lembaran-lembaran hitam yang menyakitkan. Lembaran-lembaran yang telah mematikan hati, jiwa dan perasaanku. Aku yakin, banyak diantara kami orang-orang Aceh yang mengalami kisah sepertiku. Bisa jadi mereka lebih menyakitkan dan mematikan raga-raga mereka yang tetap membisu.
Ah, andaikan saja kalian pernah merasakannya, minimal pernah mendengar secuil kisah ini, tentu kalian semua akan mengerti betapa hidup ini penuh dengan tipu daya dan kemunafikan.

Tolong dimaafkan jika tulisanku ini terkesan mengada-ngada. Seolah-olah aku memanipulasi data dihatiku. Aku tidak perduli jika kalian menertawakanku. Toh ada angin tempatku bercerita. Toh ada bumi tempatku bersandar. Toh ada air tempatku melepaskan kesedihanku.

Kematian hati, jiwa dan perasaan. Mungkin memang sudah menjadi hidup bagi kami. Bagi manusia-manusia yang hidup dalam negeri…….makian…

__________________
****